Empat Jurnalis Asal Palu Diduga Diintimidasi “Penguasa” Tambang Ilegal di Poso, Ancam Keselamatan hingga Sombongkan Pengaruh

- Penulis

Kamis, 13 Agustus 2026 - 00:28 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JEJAK FAKTA POSO — Profesi jurnalis kembali menghadapi ujian berat di lapangan. Niat baik empat orang wartawan asal Palu untuk bersilaturahmi justru berujung pada perlakuan tidak menyenangkan, bentakan, hingga ancaman keselamatan jiwa dari seorang pengusaha tambang galian C berinisial IW di Desa Tabalu, Kecamatan Poso Pesisir, Kabupaten Poso, Jumat (7/8/2026).

​Insiden mencekam ini bermula ketika para jurnalis mendatangi kediaman IW dengan maksud membangun komunikasi dan keakraban. Namun, alih-alih disambut dengan keterbukaan, IW justru menunjukkan arogansi dengan berbicara bernada tinggi, membentak, berdiri, hingga melayangkan gestur tangan yang mengancam keselamatan.

​”Pas kamorang datang, pas juga saya lagi stres. Saya tidak suka dengan media,” ujar IW dengan nada tinggi saat menyambut para wartawan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

​Ketika para jurnalis menjelaskan tujuan kedatangan mereka secara baik-baik, respons yang diberikan justru semakin intimidatif. IW secara terang-terangan melontarkan kalimat bernada ancaman fisik dan mengklaim dirinya sebagai “orang kuat” yang tidak tersentuh hukum di wilayah Poso.

​”Apa silaturahmi? Saya tahu kamorang datang bukan silaturahmi. Jangan kamorang macam-macam disini, nanti kamorang tidak bisa pulang kalo kamu masuk disini,” ancam IW di hadapan para wartawan.

​“Tanya-tanya dulu namaku di Poso, siapa yang tidak kenal saya di Poso? IW menguasai semua,” tambahnya dengan nada tinggi, sembari berdalih bahwa aktivitas tambangnya dilakukan untuk menghidupi banyak orang.

​Sorotan Tajam: Legalitas Tambang Galian C Diragukan Di balik aksi arogansinya, aktivitas tambang galian C milik IW di Desa Tabalu kini menuai sorotan tajam dari berbagai kalangan. Berdasarkan informasi yang dihimpun, operasional tambang tersebut diduga kuat masih dalam tahap pengurusan perizinan, namun sudah nekat beroperasi secara ilegal tanpa mengantongi izin resmi yang lengkap.

Baca Juga:  SKANDAL SOLAR SUBSIDI TOLITOLI: 3 SPBU Kangkangi Hak Rakyat, Barcode Dijadikan Kedok "Mafia Minyak"

​IW sendiri terkesan mengabaikan aturan dengan berdalih bahwa proses pengurusan izin memakan waktu yang lama, sehingga ia merasa berhak untuk tetap menjalankan usahanya meskipun diduga melanggar ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

​Bayang-Bayang Pidana Penghambat Kemerdekaan Pers Tindakan intimidasi dan ancaman kekerasan yang dilakukan oleh IW dinilai sebagai pelecehan serius terhadap pilar keempat demokrasi di Indonesia. Merujuk pada Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers:

​Pasal 4 Ayat (1) & (2): Menjamin kemerdekaan pers sebagai hak asasi warga negara dari tindakan penyensoran maupun pelarangan. Pasal 8: Memberikan perlindungan hukum yang sah bagi wartawan dalam menjalankan profesinya.

​Pasal 18 Ayat (1): Mengancam setiap orang yang secara sengaja melawan hukum dengan tindakan yang menghambat atau menghalangi kerja jurnalistik, dengan pidana penjara paling lama 2 (dua) tahun atau denda maksimal Rp500.000.000 (lima ratus juta rupiah).

​Desakan Publik: APH dan Pemprov Sulteng Dituntut Bertindak Tegas Mengingat ancaman nyata terhadap keselamatan jiwa jurnalis serta dugaan pelanggaran hukum berat terkait operasional tambang tanpa izin, gelombang desakan kini mengarah kepada aparat penegak hukum (APH).

​Proses Hukum Segera: Para korban bersama komunitas insan pers mendesak Kapolda Sulawesi Tengah dan Kapolres Poso untuk segera memproses laporan hukum terkait tindakan intimidasi dan ancaman kekerasan yang dilakukan oleh IW.

​Tindakan Tegas Pemerintah: Desakan keras juga diarahkan kepada Gubernur Sulawesi Tengah dan instansi terkait (Dinas ESDM Sulteng) untuk segera menurunkan tim investigasi guna menertibkan dan menyetop operasional tambang galian C ilegal di Desa Tabalu, Poso Pesisir, yang terbukti beroperasi tanpa mengindahkan aturan hukum yang berlaku.(Tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel jejakfakta.online untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

GURITA DUGAAN MAFIA SOLAR SUBSIDI DI TOLI-TOLI: LIN SULTENG DESAK KAPOLDA BARU IRJEN POL. RIZAL IRAWAN BERTINDAK TEGAS!
Empat Ekskavator Diamankan Gakkum, Warga Pertanyakan 15 Alat Berat yang Disebut Masih Beroperasi di Lokasi PETI
BUNGKAM DI ATAS PENDERITAAN RAKYAT! Dihubungi Ketua LIN Sulteng soal Mafia Solar, Kapolres Tolitoli “Pilih Matikan HP”?
BREAKING NEWS Ekskavator yang Disebut Barang Sitaan Gakkum di Buol Diduga Dialihkan di Tengah Jalan
Skandal Proyek BPBD Toli-Toli Rp1,9 Miliar: Mutu Ambruk & Kontraktor Arogansi, Di sisi Lain LIN Sulteng Soroti Isu Galian C Ilegal
PERINGATAN KERAS LIN SULTENG: 3 SPBU di Tolitoli Diduga Jadi Markas “Mafia Minyak”, Perut Rakyat Dirampok Korporasi Hitam!
SKANDAL SOLAR SUBSIDI TOLITOLI: 3 SPBU Kangkangi Hak Rakyat, Barcode Dijadikan Kedok “Mafia Minyak”
Proyek BPBD Toli-Toli Rp1,9 Miliar di Kalangkangan Disorot, Warga Temukan Kerusakan Fisik dan Dugaan Ketidaksesuaian Material
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 14:37 WITA

GURITA DUGAAN MAFIA SOLAR SUBSIDI DI TOLI-TOLI: LIN SULTENG DESAK KAPOLDA BARU IRJEN POL. RIZAL IRAWAN BERTINDAK TEGAS!

Senin, 21 September 2026 - 12:10 WITA

Empat Ekskavator Diamankan Gakkum, Warga Pertanyakan 15 Alat Berat yang Disebut Masih Beroperasi di Lokasi PETI

Senin, 21 September 2026 - 09:33 WITA

BUNGKAM DI ATAS PENDERITAAN RAKYAT! Dihubungi Ketua LIN Sulteng soal Mafia Solar, Kapolres Tolitoli “Pilih Matikan HP”?

Sabtu, 19 September 2026 - 11:21 WITA

BREAKING NEWS Ekskavator yang Disebut Barang Sitaan Gakkum di Buol Diduga Dialihkan di Tengah Jalan

Sabtu, 19 September 2026 - 09:58 WITA

Skandal Proyek BPBD Toli-Toli Rp1,9 Miliar: Mutu Ambruk & Kontraktor Arogansi, Di sisi Lain LIN Sulteng Soroti Isu Galian C Ilegal

Berita Terbaru