JEJAK FAKTA DONGGALA – Pekerjaan proyek rehabilitasi/revitalisasi di SMP Negeri 2 Sirenja, Desa Tondo, Kecamatan Sirenja, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, kini menuai sorotan tajam. Proyek yang dibiayai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tersebut diduga dikerjakan asal-asalan dan tidak sesuai spesifikasi teknis.
Berdasarkan pantauan media ini di lapangan, terdapat beberapa item pekerjaan yang dinilai janggal. Salah satunya adalah pengerjaan bagian lantai yang diduga tidak memenuhi standar kualitas yang seharusnya. Selain itu, pihak pelaksana di lapangan terpantau mengabaikan penggantian material kayu yang semestinya diganti, namun tetap dipaksakan dalam proses pengerjaan.
Proyek bantuan pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah, Direktorat Pendidikan Sekolah Menengah Pertama ini, menelan anggaran fantastis senilai Rp787.706.000. Sesuai papan proyek, pekerjaan ini direncanakan rampung dalam waktu 150 hari kalender, terhitung sejak Mei hingga September 2026.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Terkait temuan di lapangan ini, upaya konfirmasi telah dilakukan kepada Kepala Sekolah SMP Negeri 2 Sirenja, Alwin, S.Pd. Namun, yang bersangkutan memilih bungkam. Saat dimintai tanggapan melalui pesan singkat WhatsApp di nomor 08229000****, Alwin enggan memberikan jawaban maupun klarifikasi mengenai dugaan pengerjaan yang asal-asalan tersebut. Hingga berita ini diturunkan, sikap tertutup pihak sekolah memicu tanda tanya besar di kalangan masyarakat terkait transparansi dan pengawasan terhadap anggaran negara yang kucurkan untuk revitalisasi sekolah tersebut.(ADIB)











