JEJAK FAKTA DONGGALA,– Kehadiran infrastruktur pertanian Jaringan Irigasi Air Tanah (JIAT) di Desa Ujumbou, Kecamatan Sirenja, Kabupaten Donggala, memberikan angin segar bagi masyarakat setempat. Program dari Balai Wilayah Sungai (BWS) Sulawesi III ini dinilai sebagai solusi konkret bagi petani yang selama ini kesulitan air saat musim tanam.
Kepala Desa Ujumbou, Zain, saat dikonfirmasi di Kantor Desa pada Senin (06/07/2026), menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi yang tinggi kepada BWS Sulawesi III. Menurutnya, bantuan dua paket JIAT tersebut telah membawa perubahan signifikan bagi produktivitas lahan persawahan di kampungnya.
”Sebelum adanya JIAT ini, petani kami di sini benar-benar hanya mengandalkan air hujan. Jika hujan tidak turun, mereka tidak bisa menanam. Sekarang, dengan adanya jaringan irigasi ini, petani tidak lagi bergantung pada cuaca untuk memulai musim tanam,” ujar Zain.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Zain menjelaskan, program yang bersumber dari anggaran tahun 2025 tersebut telah dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat. Selain ketersediaan air yang lebih terjamin, ia juga menyoroti kualitas pengerjaan infrastruktur tersebut yang dinilai sangat baik.
Berdasarkan keterangan yang dihimpun, pembangunan dua paket JIAT ini dikerjakan oleh PT Nindya Karya. Pihak pemerintah desa menilai perusahaan pelaksana telah menyelesaikan pekerjaan dengan standar yang baik, sehingga fasilitas tersebut dapat langsung difungsikan secara optimal oleh kelompok tani di Desa Ujumbou.
Keberhasilan program ini diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan ekonomi para petani di Kecamatan Sirenja melalui peningkatan frekuensi masa tanam dalam satu tahun. Pemerintah Desa Ujumbou berkomitmen untuk menjaga dan merawat aset irigasi tersebut agar dapat terus menunjang ketahanan pangan di wilayah Donggala.(*)











