JEJAK FAKTA POSO,– Sulawesi Tengah Aktivitas pengerjaan proyek infrastruktur jalan di bawah naungan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) di Desa Ompo Didiri, Kecamatan Pamona Timur, Kabupaten Poso, memicu kemarahan publik. Proyek yang seharusnya memperlancar mobilitas ini justru mengakibatkan lumpuhnya akses lalu lintas total pada Jumat (19/6/2026).
Pantauan di lapangan, antrean kendaraan mengular panjang. Truk logistik hingga kendaraan pribadi terjebak berjam-jam di hamparan material tanah berlumpur akibat pekerjaan yang belum rampung. Minimnya sistem manajemen lalu lintas di lokasi proyek membuat jalur vital ekonomi warga tersebut benar-benar tak bisa dilalui.
Salah satu pengemudi roda empat yang terjebak di lokasi mengaku pasrah. Ia mengungkapkan bahwa akses ditutup total dan baru akan dibuka kembali pada malam hari.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
”Akibat pengerjaan jalan ini, akses benar-benar terhambat. Kami diberitahu bahwa jalan baru akan dibuka kembali nanti pada pukul 20.00 WITA. Ini sangat mengganggu aktivitas kami,” keluh pengemudi tersebut di lokasi kejadian.
Hingga saat ini, pihak BPJN terkesan menutup diri terkait kendala teknis yang terjadi di lapangan. Tidak ada penjelasan mengenai langkah mitigasi agar pengerjaan proyek tidak terus-menerus memutus akses masyarakat.
Warga kini menuntut transparansi dari kontraktor pelaksana maupun BPJN. Mengingat status jalan ini sebagai jalur ekonomi strategis, ketiadaan jadwal pengerjaan yang jelas membuat warga merasa diabaikan.
Dikonfirmasi terpisah melalui pesan singkat WhatsApp, Kepala Balai Jalan Sulawesi Tengah, Bambang Razak, hanya memberikan respons singkat: “Tks Infox…” tanpa memberikan penjelasan lebih lanjut terkait keluhan warga maupun kepastian penyelesaian proyek tersebut.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada upaya perbaikan manajemen lalu lintas yang signifikan di lokasi proyek. Masyarakat berharap adanya intervensi dari pemerintah daerah agar aktivitas ekonomi warga Desa Ompo Didiri tidak terus terganggu. (Red)











