JEJAK FAKTA PALU — Polemik distribusi bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis solar di Kabupaten Tolitoli, Sulawesi Tengah, kembali menjadi sorotan. Ketua Lembaga Investigasi Negara (LIN) Sulawesi Tengah, AKP (P) Lukman Hadi, meminta Kapolda Sulawesi Tengah memberikan perhatian terhadap dugaan penyimpangan distribusi solar bersubsidi yang sebelumnya telah dikonfirmasi kepada jajaran Polres Tolitoli.
Permintaan tersebut disampaikan Lukman hingga Sabtu (26/9/2026), setelah konfirmasi yang dikirimkan sejak Senin (21/9/2026) disebut belum memperoleh tanggapan dari Kapolres Tolitoli, baik melalui pesan maupun sambungan telepon.
Menurut Lukman, persoalan tersebut penting mendapat penjelasan resmi karena menyangkut distribusi BBM bersubsidi yang seharusnya diterima masyarakat sesuai ketentuan. LIN Pertanyakan Respons Aparat
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Lukman menilai tidak adanya respons terhadap permintaan konfirmasi selama beberapa hari dapat menimbulkan pertanyaan publik mengenai sejauh mana pengawasan terhadap distribusi solar bersubsidi di wilayah Tolitoli.
“Kapolres seharusnya memberikan penjelasan ketika ada persoalan yang menjadi perhatian masyarakat, terlebih menyangkut BBM bersubsidi,” ujar Lukman.
Ia meminta Kapolda Sulawesi Tengah memastikan laporan maupun informasi mengenai dugaan penyimpangan tersebut mendapatkan tindak lanjut secara objektif dan sesuai prosedur. Dugaan Keterlibatan Oknum Perlu Dibuktikan
Dalam upaya memperoleh informasi lebih lanjut, Lukman mengaku telah berkomunikasi dengan AKBP Hasnun dari jajaran penyidik Polda Sulawesi Tengah.
Dari komunikasi tersebut, menurut Lukman, muncul kekhawatiran mengenai kemungkinan adanya keterlibatan oknum aparat dalam dugaan penyimpangan distribusi solar bersubsidi.
Namun, dugaan tersebut tetap harus dibuktikan melalui pemeriksaan dan proses hukum. Karena itu, LIN Sulteng meminta persoalan tersebut ditelusuri secara menyeluruh apabila ditemukan indikasi keterlibatan pihak lain.
“Jangan sampai ada oknum anggota yang terlibat. Kalau memang ada indikasi, harus diperiksa secara profesional dan dibuktikan melalui proses hukum,” kata Lukman.
Sorotan Tiga SPBU di Tolitoli Sebelumnya, LIN Sulteng menyoroti distribusi solar bersubsidi di sejumlah SPBU di Kabupaten Tolitoli, antara lain:
– SPBU Jalan Baru
– SPBU Sandana
– SPBU wilayah dalam kota
LIN mengklaim menemukan indikasi adanya kendaraan tertentu yang melakukan pengisian solar bersubsidi secara berulang serta dugaan penggunaan tangki kendaraan yang telah dimodifikasi.
Temuan tersebut menurut LIN tidak semata-mata berkaitan dengan penggunaan QR Code, tetapi juga menyangkut ketepatan sasaran distribusi BBM bersubsidi kepada masyarakat yang berhak.
Karena itu, diperlukan pemeriksaan terhadap data transaksi, identitas kendaraan, volume pengisian, pola pengisian berulang, serta mekanisme pengawasan di masing-masing SPBU. Kapolda Diminta Memastikan Pengawasan Berjalan
Lukman meminta Kapolda Sulawesi Tengah memastikan adanya langkah pemeriksaan yang transparan apabila laporan tersebut memenuhi unsur untuk ditindaklanjuti.
“Yang kami dorong adalah transparansi. Kalau memang tidak ditemukan pelanggaran, sampaikan kepada publik. Kalau ditemukan pelanggaran, proses sesuai ketentuan,” tegasnya.
LIN Sulteng juga meminta pengawasan tidak hanya diarahkan kepada konsumen atau operator di lapangan, tetapi mencakup seluruh rantai distribusi apabila ditemukan bukti adanya penyimpangan.
Mulai dari mekanisme transaksi, identifikasi kendaraan, volume pengisian, pihak penerima BBM, hingga sistem pengawasan di tingkat SPBU perlu diperiksa secara menyeluruh.
Hingga berita ini disusun, pihak Polres Tolitoli belum memberikan tanggapan atas konfirmasi yang disebut telah disampaikan LIN Sulteng sejak 21 September 2026.
Media ini tetap membuka ruang hak jawab dan klarifikasi bagi Kapolres Tolitoli, Polda Sulawesi Tengah, pengelola SPBU yang disebut dalam pemberitaan, maupun pihak lain yang berkepentingan.(TIM)










