Tegas! Ketua Umum A-APPI Desak Kapolda Sulteng Turun Tangan, Dugaan Mafia Solar di Tolitoli Harus Diusut

- Penulis

Minggu, 27 September 2026 - 06:58 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JEJAK FAKTA PALU — Ketua Umum Asosiasi Pewarta Pers Indonesia (A-APPI), Ade Julhaidir, CFLE, menyampaikan sikap tegas terkait dugaan penyimpangan distribusi BBM bersubsidi jenis solar di Kabupaten Tolitoli, Sulawesi Tengah.

Menurut Ketua Umum A-APPI Ade Julhaidir, dugaan persoalan distribusi solar bersubsidi tidak boleh dibiarkan berlarut-larut tanpa pemeriksaan dan penjelasan resmi dari aparat penegak hukum.

Ia mendesak Kapolda Sulawesi Tengah turun tangan untuk memastikan informasi yang berkembang di masyarakat segera ditindaklanjuti secara profesional, objektif dan transparan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kalau memang ada dugaan pelanggaran, silakan periksa dan tindak tegas sesuai hukum. Kalau tidak terbukti, sampaikan juga hasilnya secara transparan kepada publik,” tegas Ketua Umum A-APPI Ade Julhaidir, CFLE. Sejumlah SPBU Disorot

Menurut Ketua Umum A-APPI Ade Julhaidir, sejumlah SPBU di Kabupaten Tolitoli perlu mendapat perhatian dan pemeriksaan terkait informasi dugaan penyimpangan distribusi solar bersubsidi.

Sejumlah SPBU yang disebut antara lain SPBU Jalan Baru, SPBU Sandana, SPBU wilayah dalam kota, SPBU Laulalang Kecamatan Tolitoli Utara, serta SPBU Tambun Kecamatan Baolan.

Ketua Umum A-APPI Ade Julhaidir menegaskan, penyebutan sejumlah SPBU tersebut bukan merupakan vonis ataupun kesimpulan bahwa telah terjadi pelanggaran.

“Ini harus diperiksa dan dibuktikan. Jangan ada tuduhan sepihak. Kalau ditemukan pelanggaran, tindak tegas sesuai hukum. Kalau tidak terbukti, sampaikan juga hasilnya kepada masyarakat,” ujarnya. Soroti Respons Polres Tolitoli

Ketua Umum A-APPI Ade Julhaidir juga mempertanyakan belum adanya respons resmi dari jajaran Polres Tolitoli terkait konfirmasi mengenai dugaan persoalan solar bersubsidi.

Konfirmasi disebut telah disampaikan sejak 21 September hingga 27 September 2026. Hingga berita ini disusun, belum diperoleh tanggapan resmi dari pihak Polres Tolitoli.

Baca Juga:  TABUH GENDERANG PERANG! Ketua LIN Sulteng AKP (Purn) Lukman Hadi Desak Kapolda Bongkar Dugaan Gurita Mafia Solar di Tolitoli

Ketua Umum A-APPI Ade Julhaidir menegaskan, persoalan tersebut perlu mendapat perhatian serius karena menyangkut distribusi BBM bersubsidi yang diperuntukkan bagi masyarakat.

Ia meminta aparat penegak hukum memberikan penjelasan resmi agar informasi yang berkembang tidak menimbulkan spekulasi di tengah masyarakat. Kapolda Sulteng Diminta Turun Tangan

Ketua Umum A-APPI Ade Julhaidir menegaskan, Kapolda Sulawesi Tengah perlu turun tangan dan memastikan dugaan persoalan distribusi solar bersubsidi di Tolitoli ditangani secara profesional.

Menurutnya, pemeriksaan perlu dilakukan secara menyeluruh, mulai dari proses penyaluran di SPBU, administrasi dan mekanisme distribusi, hingga penggunaan BBM bersubsidi oleh konsumen.

“Subsidi negara harus tepat sasaran. Karena itu, kalau ada pihak yang terbukti menyalahgunakan atau terlibat dalam pelanggaran, harus diproses sesuai hukum,” tegasnya.“Jangan Ada yang Kebal Hukum”

Ketua Umum A-APPI Ade Julhaidir menegaskan, apabila hasil pemeriksaan nantinya menemukan adanya pihak yang terbukti terlibat dalam praktik ilegal atau memberikan perlindungan terhadap pelanggaran, pihak tersebut harus diproses sesuai ketentuan hukum.

“Kalau terbukti ada pihak yang terlibat atau membekingi praktik ilegal, tentu harus ditindak sesuai hukum. Jangan ada pihak yang merasa kebal hukum,” tegasnya. A-APPI Akan Kawal

Ketua Umum A-APPI Ade Julhaidir mengatakan, pihaknya akan terus mengawal persoalan tersebut dan mendorong Polda Sulawesi Tengah maupun Polres Tolitoli memberikan penjelasan resmi kepada masyarakat.

“Yang kita dorong adalah kepastian hukum dan transparansi. Kalau memang tidak ada pelanggaran, sampaikan kepada publik. Kalau ada pelanggaran, tindak sesuai hukum,” pungkas Ketua Umum A-APPI Ade Julhaidir, CFLE.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel jejakfakta.online untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Proyek Rp1 Miliar SD Terpencil Baina Barat Disorot: LPK Sulteng Desak Kejari Parimo Turun Tangan, Transparansi Dinas Pendidikan Diuji!
KETUA DPD LIN SULTENG AKP (PURN) LUKMAN HADI KAWAL KASUS DUGAAN MAFIA SOLAR TOLITOLI: AJAKAN MEDIASI MISTERIUS JADI SOROTAN
DARURAT PARIGI MOUTONG: Ketika Negara Kalah Telak oleh Mafia Solar, Hak Rakyat Kecil Dirampok, dan Hukum Ditekuk di SPBU Kampal!
TABUH GENDERANG PERANG! Ketua LIN Sulteng AKP (Purn) Lukman Hadi Desak Kapolda Bongkar Dugaan Gurita Mafia Solar di Tolitoli
Skandal “Mobil Siluman” Tolitoli: LIN Sulteng Desak Kapolda Turun Tangan, Soroti Bungkamnya Polres & 5 SPBU “Titik Hitam”
Ketua LIN Sulteng Minta Kapolda Periksa Respons Kapolres Tolitoli Terkait Solar Bersubsidi
Investigasi Lapangan: Praktik Pungli Antrean Solar di SPBU Jalan Baru Tolitoli, Wartawan Nyaris Dikepung Saat Soroti Barcode Siluman
Akhir Pelarian Asman Loliwu: Buron Korupsi Rp4,9 Miliar Morowali Terciduk di Lasoani Palu
Berita ini 31 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 19 Oktober 2026 - 09:13 WITA

Proyek Rp1 Miliar SD Terpencil Baina Barat Disorot: LPK Sulteng Desak Kejari Parimo Turun Tangan, Transparansi Dinas Pendidikan Diuji!

Selasa, 13 Oktober 2026 - 03:31 WITA

DARURAT PARIGI MOUTONG: Ketika Negara Kalah Telak oleh Mafia Solar, Hak Rakyat Kecil Dirampok, dan Hukum Ditekuk di SPBU Kampal!

Senin, 12 Oktober 2026 - 01:56 WITA

TABUH GENDERANG PERANG! Ketua LIN Sulteng AKP (Purn) Lukman Hadi Desak Kapolda Bongkar Dugaan Gurita Mafia Solar di Tolitoli

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 14:31 WITA

Skandal “Mobil Siluman” Tolitoli: LIN Sulteng Desak Kapolda Turun Tangan, Soroti Bungkamnya Polres & 5 SPBU “Titik Hitam”

Minggu, 27 September 2026 - 06:58 WITA

Tegas! Ketua Umum A-APPI Desak Kapolda Sulteng Turun Tangan, Dugaan Mafia Solar di Tolitoli Harus Diusut

Berita Terbaru