JEJAK FAKTA MOROWALI UTARA – Kondisi ruas jalan raya di wilayah Kecamatan Petasia, Kabupaten Morowali Utara, Sulawesi Tengah, kini menjadi sorotan masyarakat. Kerusakan badan jalan yang diperkirakan membentang sepanjang kurang lebih 13 kilometer dinilai sangat mengganggu aktivitas warga dan pengguna jalan.
Pantauan media ini pada Jumat, 7 Agustus 2026, menunjukkan sejumlah titik badan jalan mengalami kerusakan dengan tingkat yang bervariasi, mulai dari rusak ringan hingga rusak berat. Bahkan, di beberapa lokasi kondisi jalan terlihat nyaris terputus sehingga pengendara roda dua maupun roda empat harus ekstra hati-hati saat melintas.
Kerusakan tersebut dikeluhkan warga karena jalan itu telah digunakan masyarakat selama puluhan tahun. Kondisi jalan yang semakin memburuk dinilai dapat meningkatkan risiko kecelakaan, khususnya bagi pengendara yang belum memahami kondisi medan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kerusakan jalan ini sudah cukup lama. Kami berharap pemerintah bisa segera turun melihat langsung kondisi jalan yang dilalui masyarakat setiap hari,” ujar Amir.
Hal senada disampaikan Nando, warga Desa Ganda-Ganda. Ia berharap Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah, khususnya Gubernur Sulawesi Tengah, dapat melihat langsung kondisi ruas jalan tersebut.
Menurutnya, sebelumnya telah ada pembicaraan yang melibatkan Pemerintah Kabupaten Morowali Utara dan pihak perusahaan tambang nikel terkait kondisi jalan. Namun hingga kini masyarakat masih menunggu kepastian kapan perbaikan jalan tersebut akan direalisasikan.
“Kami berharap pemerintah provinsi, khususnya Bapak Gubernur, turun langsung melihat kondisi jalan ini. Masyarakat sudah lama menunggu perbaikan, tetapi sampai sekarang belum ada informasi pasti kapan pekerjaan akan dilakukan,” kata Nando.
Di sisi lain, berdasarkan pantauan di lapangan, sejumlah dump truck yang disebut milik perusahaan tambang nikel terlihat lalu-lalang menggunakan ruas jalan tersebut.
Kondisi itu kemudian memunculkan pertanyaan di tengah masyarakat mengenai faktor yang menyebabkan kerusakan jalan. Apakah kerusakan tersebut murni akibat usia dan kondisi jalan, atau terdapat kontribusi dari tingginya intensitas kendaraan berat yang melintas akibat aktivitas pertambangan.
Namun demikian, dugaan tersebut masih memerlukan penjelasan dan pemeriksaan lebih lanjut dari pihak berwenang maupun pihak perusahaan terkait.
Masyarakat berharap Pemerintah Kabupaten Morowali Utara bersama Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah dapat segera melakukan pengecekan kondisi jalan secara menyeluruh dan mengambil langkah nyata untuk memperbaiki ruas jalan tersebut.
Perbaikan dinilai penting bukan hanya untuk memperlancar mobilitas warga, tetapi juga untuk mengurangi risiko kecelakaan serta memberikan kepastian kepada masyarakat pengguna jalan yang selama ini mengandalkan jalur tersebut untuk aktivitas sehari-hari. (Tim)










