SKANDAL SOLAR SUBSIDI TOLITOLI: 3 SPBU Kangkangi Hak Rakyat, Barcode Dijadikan Kedok “Mafia Minyak”

- Penulis

Sabtu, 19 September 2026 - 05:40 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JEJAK FAKTA TOLITOLI — Penyaluran Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi jenis solar di Kabupaten Tolitoli benar-benar telah keluar jalur. Alih-alih menjadi pelindung bagi ekonomi rakyat kecil, stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) justru diduga kuat berubah fungsi menjadi arena bancakan para cukong dan mafia energi.

​Sorotan tajam kini menohok langsung jantung distribusi energi di tiga titik hitam: SPBU Jalan Baru (Kelurahan Sidoarjo), SPBU Sandana (Kecamatan Galang), hingga SPBU dalam kota (Kecamatan Baolan). Berdasarkan investigasi lapangan pada Jumat (18/9/2026), aktivitas pengisian solar subsidi dalam skala jumbo terpantau beroperasi tanpa hambatan berarti.

​Modus yang dimainkan pun kian terang-terangan. Kendaraan jenis L300 atau yang lekat dengan julukan “mobil siluman”—mobil dengan tangki modifikasi—tampak bebas melenggang mengeruk jatah solar subsidi. Ketika kedok busuk ini mulai terendus, pihak operator SPBU seolah berlindung di balik benteng administratif klise: seluruh transaksi menggunakan barcode.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

​Barcode Disulap Jadi Karpet Merah Korporasi Alasan penggunaan barcode (QR Code) yang didengungkan pihak SPBU sontak memantik murka publik. Sistem digital yang awalnya dirancang mulia untuk melindungi petani, nelayan, dan warga miskin, kini diduga kuat telah disalahgunakan.

​Barcode yang seharusnya menjadi perisai rakyat, justru disulap menjadi “karpet merah” demi memuluskan pasokan solar bagi korporasi hitam dan perusahaan tambang yang bercokol di Bumi Tolitoli.

​Akibatnya fatal. Perut rakyat kecil dikorbankan demi keuntungan sepihak para pemodal. Petani di kampung-kampung harus gigit jari karena mesin traktor mereka mangkrak tanpa bahan bakar. Nelayan terpaksa menganggur di darat lantaran pasokan solar untuk melaut raib dirampok secara berjemaah. Sementara itu, masyarakat umum harus membuang waktu dan tenaga berharga demi mengular dalam antrean panjang yang tak berkesudahan. Desakan Keras: APH Jangan Tutup Mata!

Baca Juga:  Geledah KSOP Teluk Palu hingga Rumah Eks Pejabat, Kejati Sulteng Sita Bukti Dugaan Korupsi Tambang

​Gelombang protes masyarakat kini tak lagi bisa bendung. Penyelewengan ini bukan sekadar pelanggaran administratif, melainkan bentuk pengkhianatan nyata terhadap hajat hidup orang banyak.

​Publik Tolitoli mendesak Aparat Penegak Hukum (APH) agar segera keluar dari zona nyaman dan bertindak tegas. Tidak ada ruang kompromi bagi para mafia solar dan pengelola SPBU nakal yang diduga bermain mata dengan korporasi hitam. Masyarakat menuntut langkah nyata dari APH:

Menangkap dan memproses hukum para pelaku penimbunan serta pengendara “mobil siluman”. Mengaudit total volume pembelian dan distribusi solar di ketiga SPBU tersebut. Menjatuhkan sanksi berat hingga pencabutan izin bagi pengelola SPBU yang terbukti bersekongkol.

​Jika instansi berwenang terus bungkam dan lamban bergerak, runtuhnya kepercayaan publik terhadap penegakan hukum di Tolitoli hanya tinggal menunggu waktu. Solar subsidi adalah hak mutlak rakyat kecil, bukan komoditas mainan para mafia!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel jejakfakta.online untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

GURITA DUGAAN MAFIA SOLAR SUBSIDI DI TOLI-TOLI: LIN SULTENG DESAK KAPOLDA BARU IRJEN POL. RIZAL IRAWAN BERTINDAK TEGAS!
Empat Ekskavator Diamankan Gakkum, Warga Pertanyakan 15 Alat Berat yang Disebut Masih Beroperasi di Lokasi PETI
BUNGKAM DI ATAS PENDERITAAN RAKYAT! Dihubungi Ketua LIN Sulteng soal Mafia Solar, Kapolres Tolitoli “Pilih Matikan HP”?
BREAKING NEWS Ekskavator yang Disebut Barang Sitaan Gakkum di Buol Diduga Dialihkan di Tengah Jalan
Skandal Proyek BPBD Toli-Toli Rp1,9 Miliar: Mutu Ambruk & Kontraktor Arogansi, Di sisi Lain LIN Sulteng Soroti Isu Galian C Ilegal
PERINGATAN KERAS LIN SULTENG: 3 SPBU di Tolitoli Diduga Jadi Markas “Mafia Minyak”, Perut Rakyat Dirampok Korporasi Hitam!
Proyek BPBD Toli-Toli Rp1,9 Miliar di Kalangkangan Disorot, Warga Temukan Kerusakan Fisik dan Dugaan Ketidaksesuaian Material
Skandal Solar Bersubsidi di Tolitoli: Berkedok Barcode, Hak Rakyat Kecil Dirampok untuk Kepentingan Korporasi!
Berita ini 12 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 14:37 WITA

GURITA DUGAAN MAFIA SOLAR SUBSIDI DI TOLI-TOLI: LIN SULTENG DESAK KAPOLDA BARU IRJEN POL. RIZAL IRAWAN BERTINDAK TEGAS!

Senin, 21 September 2026 - 12:10 WITA

Empat Ekskavator Diamankan Gakkum, Warga Pertanyakan 15 Alat Berat yang Disebut Masih Beroperasi di Lokasi PETI

Senin, 21 September 2026 - 09:33 WITA

BUNGKAM DI ATAS PENDERITAAN RAKYAT! Dihubungi Ketua LIN Sulteng soal Mafia Solar, Kapolres Tolitoli “Pilih Matikan HP”?

Sabtu, 19 September 2026 - 11:21 WITA

BREAKING NEWS Ekskavator yang Disebut Barang Sitaan Gakkum di Buol Diduga Dialihkan di Tengah Jalan

Sabtu, 19 September 2026 - 09:58 WITA

Skandal Proyek BPBD Toli-Toli Rp1,9 Miliar: Mutu Ambruk & Kontraktor Arogansi, Di sisi Lain LIN Sulteng Soroti Isu Galian C Ilegal

Berita Terbaru