BUNGKAM DI ATAS PENDERITAAN RAKYAT! Dihubungi Ketua LIN Sulteng soal Mafia Solar, Kapolres Tolitoli “Pilih Matikan HP”?

- Penulis

Senin, 21 September 2026 - 09:33 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JEJAK FAKTA TOLITOLI — Borok penyaluran Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi jenis solar di Kabupaten Tolitoli kian menganga. Bukan hanya karena tiga SPBU yang diduga kuat telah disulap menjadi markas bancakan para korporasi hitam, tetapi juga akibat sikap bungkam seribu bahasa yang ditunjukkan oleh Kapolres Tolitoli, AKBP Raden Real Hermawan.

​Upaya konfirmasi resmi yang dilayangkan oleh Ketua Lembaga Investigasi Negara (LIN) Sulawesi Tengah, Akp. (P) Lukman Hadi, pada Senin (21/09/2026) benar-benar menemui jalan buntu. Dihubungi melalui nomor WhatsApp miliknya di 0831-207X-XXXX hingga ditelepon berulang kali, sang Kapolres sama sekali tidak memberikan respons maupun balasan.

​Sikap tutup mulut aparat penegak hukum tertinggi di wilayah hukum Tolitoli ini kontan memicu kecurigaan publik: Ada apa di balik diamnya sang perwira? Apakah ada pembiaran terstruktur terhadap sindikat mafia solar bersubsidi?

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

​Tiga SPBU “Titik Hitam” Penjarahan Solar Rakyat ​Sebelumnya, investigasi lapangan LIN Sulteng pada Jumat (18/09/2026) telah membongkar bobroknya rantai distribusi solar subsidi yang jebol tanpa pengawasan di tiga titik vital:

SPBU Jalan Baru (Kelurahan Sidoarjo) SPBU Sandana (Kelurahan/Kecamatan Galang) SPBU Dalam Kota (Kecamatan Baolan)

​Di lokasi-lokasi tersebut, kendaraan jenis L300 berstatus “mobil siluman” dengan tangki modifikasi jumbo terpantau bebas melenggang mengeruk jatah solar bersubsidi. Ironisnya, pengelola SPBU seolah kebal hukum dengan berlindung di balik alasan klise bahwa setiap transaksi menggunakan barcode (QR Code).

​Padahal, sistem digital yang mulanya diciptakan untuk melindungi petani dan nelayan justru disulap menjadi “karpet merah” demi memuluskan pasokan solar bagi korporasi hitam dan perusahaan tambang. Akibatnya, petani gigit jari karena traktor mangkrak, nelayan menganggur di darat, dan rakyat kecil harus mengular dalam antrean panjang yang menyiksa.

Baca Juga:  Nyaris 2 Tahun Mandek, Pemilik SHM Desak Polres Parigi Moutong Usut Tuntas Kasus Penyerobotan Lahan

​ Polda Sulteng Geram: “Jangan-jangan Ada Oknum Terlibat!” ​Bau amis pembiaran ini bahkan memantik reaksi keras dari internal kepolisian sendiri. AKBP Hasnun selaku Bidang Penyidik Serse Polda Sulteng, saat dikonfirmasi terkait kurang responsifnya Kapolres Tolitoli, menyatakan ketegasannya. Menurut beliau, seorang Kapolres tidak boleh abai atau bungkam terhadap persoalan krusial yang meresahkan masyarakat di lapangan.

​”Jangan-jangan ada oknum anggota Polres yang ikut terlibat di dalamnya! Tidak boleh seorang Kapolres tidak menyikapi pemberitaan atau masalah yang terjadi di lapangan,”* tegas AKBP Hasnun tajam, sekaligus mengarahkan pihak LIN Sulteng untuk langsung menghadap Kapolda Sulteng. Ultimatum Garis Keras LIN Sulteng

​LIN Sulteng menegaskan tidak akan mundur sejengkal pun untuk membela hak-hak rakyat Tolitoli yang dirampok secara berjemaah. APH didesak untuk segera:

Menangkap dan mengusut tuntas tidak hanya pelangsir kecil, tetapi juga operator dan pengawas SPBU yang memuluskan transaksi ilegal.

Audit total volume distribusi solar di ketiga SPBU dan jatuhkan sanksi cabut izin bagi pengelola nakal.

​Jika Kapolres Tolitoli terus bergeming dan memilih bungkam di balik jabatannya, maka runtuhnya kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian di Tolitoli hanya tinggal menunggu waktu. Solar subsidi adalah hak mutlak rakyat kecil yang tertindas, bukan mainan para mafia!(*TIM*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel jejakfakta.online untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

GURITA DUGAAN MAFIA SOLAR SUBSIDI DI TOLI-TOLI: LIN SULTENG DESAK KAPOLDA BARU IRJEN POL. RIZAL IRAWAN BERTINDAK TEGAS!
Empat Ekskavator Diamankan Gakkum, Warga Pertanyakan 15 Alat Berat yang Disebut Masih Beroperasi di Lokasi PETI
BREAKING NEWS Ekskavator yang Disebut Barang Sitaan Gakkum di Buol Diduga Dialihkan di Tengah Jalan
Skandal Proyek BPBD Toli-Toli Rp1,9 Miliar: Mutu Ambruk & Kontraktor Arogansi, Di sisi Lain LIN Sulteng Soroti Isu Galian C Ilegal
PERINGATAN KERAS LIN SULTENG: 3 SPBU di Tolitoli Diduga Jadi Markas “Mafia Minyak”, Perut Rakyat Dirampok Korporasi Hitam!
SKANDAL SOLAR SUBSIDI TOLITOLI: 3 SPBU Kangkangi Hak Rakyat, Barcode Dijadikan Kedok “Mafia Minyak”
Proyek BPBD Toli-Toli Rp1,9 Miliar di Kalangkangan Disorot, Warga Temukan Kerusakan Fisik dan Dugaan Ketidaksesuaian Material
Skandal Solar Bersubsidi di Tolitoli: Berkedok Barcode, Hak Rakyat Kecil Dirampok untuk Kepentingan Korporasi!
Berita ini 32 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 14:37 WITA

GURITA DUGAAN MAFIA SOLAR SUBSIDI DI TOLI-TOLI: LIN SULTENG DESAK KAPOLDA BARU IRJEN POL. RIZAL IRAWAN BERTINDAK TEGAS!

Senin, 21 September 2026 - 12:10 WITA

Empat Ekskavator Diamankan Gakkum, Warga Pertanyakan 15 Alat Berat yang Disebut Masih Beroperasi di Lokasi PETI

Senin, 21 September 2026 - 09:33 WITA

BUNGKAM DI ATAS PENDERITAAN RAKYAT! Dihubungi Ketua LIN Sulteng soal Mafia Solar, Kapolres Tolitoli “Pilih Matikan HP”?

Sabtu, 19 September 2026 - 11:21 WITA

BREAKING NEWS Ekskavator yang Disebut Barang Sitaan Gakkum di Buol Diduga Dialihkan di Tengah Jalan

Sabtu, 19 September 2026 - 09:58 WITA

Skandal Proyek BPBD Toli-Toli Rp1,9 Miliar: Mutu Ambruk & Kontraktor Arogansi, Di sisi Lain LIN Sulteng Soroti Isu Galian C Ilegal

Berita Terbaru