Skandal Solar Bersubsidi di Tolitoli: Berkedok Barcode, Hak Rakyat Kecil Dirampok untuk Kepentingan Korporasi!

- Penulis

Kamis, 17 September 2026 - 07:19 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TOLITOLI, SULTENG — Penyaluran Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi kembali tercoreng oleh ulah pihak-pihak tak bertanggung jawab yang meraup untung di atas penderitaan rakyat. Di Kabupaten Tolitoli, Sulawesi Tengah, praktik penyalahgunaan Solar bersubsidi diduga kuat marak terjadi dengan memanfaatkan celah sistem digital berupa barcode (QR Code) sebagai tameng legalitas semu.

​Sorotan tajam kali ini mengarah pada salah satu Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Jalan Baru, Kelurahan Sidoarjo. Kecamatan Baolan  Berdasarkan penelusuran awak media di lapangan pada Kamis (17/9/2026), ditemukan aktivitas mencurigakan berupa pengisian Solar bersubsidi dalam jumlah yang tidak wajar.

​Tak tanggung-tanggung, sebuah kendaraan jenis L300 terindikasi mengangkut Solar bersubsidi dengan volume fantastis yang mencapai sekitar 16 ton. Tidak hanya satu unit, sejumlah armada lain juga terpantau melakukan aktivitas serupa di lokasi yang sama.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

​Tameng Barcode: Antara Prosedur Administratif atau Kongkalikong Terselubung? Ironisnya, ketika dikonfirmasi di lokasi, operator SPBU dengan santainya berdalih bahwa seluruh proses pengisian tersebut telah sesuai prosedur karena menggunakan barcode resmi. Alasan administratif ini dinilai sebagai pembelaan klise untuk melegalkan praktik pengerbunan dan penimbunan BBM bersubsidi.

​Pertanyaan mendasarnya: bagaimana mungkin kuota Solar yang seharusnya menjadi darah daging bagi para nelayan, petani, dan sopir angkutan umum—yang hidupnya bergantung sepenuhnya pada subsidi negara—malah mengalir deras ke tangki-tangki kendaraan industri atau perusahaan pertambangan di Tolitoli?

​Praktik lancung ini bukan sekadar pelanggaran administratif biasa, melainkan bentuk pengkhianatan telak terhadap uang rakyat. Ketika korporasi dan pemodal besar ikut merampas hak subsidi demi menekan biaya operasional mereka, masyarakat kecil justru harus menanggung derita ganda: antrean mengular, kelangkaan, hingga kelonjakan biaya produksi di sektor pertanian dan perikanan.

Baca Juga:  Skandal Solar Subsidi di Parigi Moutong: Dari QR Code Palsu hingga "Uang Atensi" yang Gerus Hak Petani

​Aparat dan Pertamina Jangan Tutup Mata! Kritik keras kini dialamatkan kepada manajemen SPBU nakal serta instansi berwenang yang terkesan lamban dalam melakukan pengawasan. Apakah pembiaran ini akan terus dipelihara hingga rakyat kecil benar-benar kehilangan akses atas hak mereka?

​Masyarakat mendesak agar Pertamina Patra Niaga serta Aparat Penegak Hukum (APH) Polres Tolitoli segera turun tangan tanpa pandang bulu. Audit menyeluruh wajib dilakukan terhadap volume pembelian, validitas barcode, hingga muara akhir distribusi Solar bersubsidi di SPBU Jalan Baru tersebut.

​Jika penegakan hukum terus berjalan setengah hati, maka jangan heran jika mafia BBM bersubsidi akan tumbuh subur dan mengakar kuat di Bumi Tolitoli, sementara negara hanya diam menyaksikan hak rakyatnya dirampok di siang bolong.(* TIM*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel jejakfakta.online untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

GURITA DUGAAN MAFIA SOLAR SUBSIDI DI TOLI-TOLI: LIN SULTENG DESAK KAPOLDA BARU IRJEN POL. RIZAL IRAWAN BERTINDAK TEGAS!
Empat Ekskavator Diamankan Gakkum, Warga Pertanyakan 15 Alat Berat yang Disebut Masih Beroperasi di Lokasi PETI
BUNGKAM DI ATAS PENDERITAAN RAKYAT! Dihubungi Ketua LIN Sulteng soal Mafia Solar, Kapolres Tolitoli “Pilih Matikan HP”?
BREAKING NEWS Ekskavator yang Disebut Barang Sitaan Gakkum di Buol Diduga Dialihkan di Tengah Jalan
Skandal Proyek BPBD Toli-Toli Rp1,9 Miliar: Mutu Ambruk & Kontraktor Arogansi, Di sisi Lain LIN Sulteng Soroti Isu Galian C Ilegal
PERINGATAN KERAS LIN SULTENG: 3 SPBU di Tolitoli Diduga Jadi Markas “Mafia Minyak”, Perut Rakyat Dirampok Korporasi Hitam!
SKANDAL SOLAR SUBSIDI TOLITOLI: 3 SPBU Kangkangi Hak Rakyat, Barcode Dijadikan Kedok “Mafia Minyak”
Proyek BPBD Toli-Toli Rp1,9 Miliar di Kalangkangan Disorot, Warga Temukan Kerusakan Fisik dan Dugaan Ketidaksesuaian Material
Berita ini 51 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 14:37 WITA

GURITA DUGAAN MAFIA SOLAR SUBSIDI DI TOLI-TOLI: LIN SULTENG DESAK KAPOLDA BARU IRJEN POL. RIZAL IRAWAN BERTINDAK TEGAS!

Senin, 21 September 2026 - 12:10 WITA

Empat Ekskavator Diamankan Gakkum, Warga Pertanyakan 15 Alat Berat yang Disebut Masih Beroperasi di Lokasi PETI

Senin, 21 September 2026 - 09:33 WITA

BUNGKAM DI ATAS PENDERITAAN RAKYAT! Dihubungi Ketua LIN Sulteng soal Mafia Solar, Kapolres Tolitoli “Pilih Matikan HP”?

Sabtu, 19 September 2026 - 11:21 WITA

BREAKING NEWS Ekskavator yang Disebut Barang Sitaan Gakkum di Buol Diduga Dialihkan di Tengah Jalan

Sabtu, 19 September 2026 - 09:58 WITA

Skandal Proyek BPBD Toli-Toli Rp1,9 Miliar: Mutu Ambruk & Kontraktor Arogansi, Di sisi Lain LIN Sulteng Soroti Isu Galian C Ilegal

Berita Terbaru