JEJAK FAKTA MOROWALI, — Progres rehabilitasi infrastruktur Jembatan Kampung Baru II di Kabupaten Morowali yang menghubungkan dua provinsi—Sulawesi Tenggara (Kendari) dan Sulawesi Tengah—terus menunjukkan hasil positif. Proyek yang dikerjakan oleh kontraktor pelaksana CV. Wija Masagena ini kini memasuki tahap akhir penyelesaian dan diproyeksikan segera dapat dilalui kembali oleh masyarakat dalam kurun waktu satu bulan ke depan.
Hal tersebut diungkapkan oleh Jufri kepada media pada Kamis, 23 Juli 2026. Berdasarkan papan informasi proyek, pengerjaan ini merujuk pada nomor kontrak HK.0201-Bpjn18.9.3/012 yang ditandatangani pada 12 Januari 2026. Proyek strategis ini didanai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2026 dengan nilai kontrak mencapai Rp 10.381.924.951.
Penanganan Total dan Spesifikasi Teknis Di lapangan, perbaikan dilakukan secara menyeluruh (total) akibat kerusakan struktur sebelumnya yang sempat melengkung dan mengalami penurunan kualitas akibat beban kendaraan berat yang melintas secara intens.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Pihak pengawas proyek menjelaskan bahwa teknik penanganan yang diterapkan mencakup penggantian struktur utama secara total:
Plat Lantai Berkualitas Tinggi: Menggunakan plat beton setebal 30 cm yang dicetak khusus dan langsung dipasang di lokasi jembatan guna menjamin daya tahan jangka panjang.
Perbaikan Oprit dan Plat Injak: Bagian oprit serta plat injak turut diperbarui secara total guna menjamin keamanan, kenyamanan, dan kelancaran transisi kendaraan menuju badan jembatan.
Tahap Finishing: Setelah proses pengeringan (setting) beton yang memakan waktu sekitar satu minggu, tahapan pekerjaan dilanjutkan dengan penimbunan lapisan Layer Permeable Aggregate (LPA), pengaspalan, penataan trotoar bagi pejalan kaki, hingga pengerjaan strip seal.
Progres Sesuai Target Tanpa Kendala Meskipun batas akhir masa pelaksanaan kontrak tercatat hingga Desember 2026, pihak pelaksana memastikan bahwa pengerjaan fisik di lapangan berjalan lancar tanpa kendala berarti.
Dengan sisa waktu pengerjaan yang kini berfokus pada penyelesaian trotoar dan pengaspalan akhir, kehadiran kembali Jembatan Kampung Baru II diharapkan dapat segera memulihkan mobilitas lintas wilayah serta mendongkrak kelancaran arus barang dan jasa bagi masyarakat setempat tanpa harus menunggu timbulnya korban atau risiko keselamatan akibat kerusakan infrastruktur sebelumnya. (Enalpalu)











