Proyek Pengendali Banjir Watutela dan Paneki Rampung 100 Persen, Warga Sigi dan Palu Lega

- Penulis

Kamis, 24 September 2026 - 12:45 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JEJAK FAKTA PALU — Proyek pembangunan pengendali banjir di Sungai Watutela, Kota Palu, dan Sungai Paneki, Kabupaten Sigi, yang dikerjakan melalui Balai Wilayah Sungai (BWS) Sulawesi III Palu, dinyatakan telah rampung 100 persen.

Pekerjaan tersebut juga telah melalui proses Serah Terima Pertama (PHO) pada 5 Agustus 2026.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Sungai Pantai III, Fijri Syamsu, mengatakan seluruh pekerjaan telah diselesaikan sesuai ketentuan yang ditetapkan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Pekerjaan sudah rampung 100 persen dan sudah di-PHO pada 5 Agustus 2026. Material yang digunakan juga sudah memenuhi persyaratan yang ditentukan,” ujar Fijri saat dikonfirmasi media, Kamis (24/9/2026).

Dalam paket pekerjaan tersebut, pembangunan revetmen batu boulder di Sungai Watutela memiliki panjang sekitar 326 meter, sedangkan revetmen di Sungai Paneki mencapai 391 meter.

Selain revetmen, proyek tersebut juga mencakup pembangunan groundsill, bangunan melintang sungai yang berfungsi membantu mengendalikan elevasi dasar sungai, mengurangi penggerusan, serta menjaga kestabilan aliran dan sedimen.

Di Sungai Watutela dibangun sebanyak 7 groundsill, sementara di Sungai Paneki sebanyak 11 groundsill.

Pekerjaan tersebut dilaksanakan oleh PT Datu Karsa Trimulti sebagai bagian dari pembangunan infrastruktur pengendali daya rusak air di wilayah Sulawesi Tengah.

Secara teknis, revetmen berfungsi melindungi dan memperkuat tebing sungai dari gerusan maupun erosi akibat aliran air. Sementara groundsill berfungsi membantu menjaga kestabilan dasar sungai agar tidak mengalami penggerusan secara berlebihan.

Warga Berharap Bukan Sekadar Rampung di Atas Kertas

Rampungnya pekerjaan mendapat respons positif dari masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan aliran sungai.

Darwis, warga Sigi, mengaku lega dengan selesainya pembangunan tersebut. Namun, ia berharap infrastruktur yang telah dibangun benar-benar mampu memberikan perlindungan ketika hujan deras menyebabkan debit sungai meningkat.

Baca Juga:  Dampingi Kapolda dan Kepala BNPB, Kapolres Sigi Pastikan Penanganan Pascagempa Nokilalaki Optimal

“Kami sangat gembira pekerjaan ini sudah selesai. Kami berharap setelah adanya pembangunan pengendali banjir ini, masyarakat tidak lagi terlalu khawatir ketika hujan deras dan debit sungai meningkat,” ujar Darwis.

Hal senada disampaikan Faisal, warga kawasan Watutela, Kota Palu. Ia berharap bangunan pengendali banjir tersebut dapat berfungsi sebagaimana mestinya dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Kami tentu bersyukur pekerjaan sudah selesai. Harapannya bangunan ini bisa berfungsi dengan baik dan benar-benar memberikan perlindungan kepada masyarakat,” katanya.

Dengan telah dilaksanakannya PHO, pekerjaan proyek kini memasuki tahap yang lebih penting, yakni memastikan fungsi dan ketahanan konstruksi mampu menghadapi kondisi sungai dalam jangka panjang.

Sebab, bagi masyarakat yang berada di kawasan rawan banjir, keberhasilan proyek bukan hanya diukur dari persentase pekerjaan yang mencapai 100 persen atau selesainya proses administrasi PHO.

Lebih dari itu, masyarakat akan melihat bagaimana revetmen dan groundsill tersebut bekerja ketika menghadapi hujan deras, debit sungai tinggi, gerusan tebing, dan tekanan aliran air.

Masyarakat Sigi dan Palu pun berharap infrastruktur bernilai pembangunan negara tersebut tidak berhenti pada status “rampung”, tetapi benar-benar memberikan manfaat nyata dan berkelanjutan dalam mengurangi risiko banjir serta gerusan sungai di kawasan Watutela dan Paneki.(Redaksi jejekfakta.online)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel jejakfakta.online untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

BWS Sulawesi Tengah Disorot: Proyek Pengendali Banjir Multi-Miliar Dipertanyakan, Kepala Balai Pilih Lempar ke PPK
Jembatan Kalukubula–Tinggede Rampung, Terungkap Alasan Pekerjaan Memakan Waktu Panjang
Sinergi Penanganan Bencana Sigi, Wagub Sulteng Resmikan Huntara dan Kapolres Tegaskan Pengawalan Bantuan
Dampingi Kapolda dan Kepala BNPB, Kapolres Sigi Pastikan Penanganan Pascagempa Nokilalaki Optimal
Gempa M 6,7 Guncang Sigi, Kapolres Sigi Kerahkan Personel Bantu Penanganan Darurat
Sukses dan Kondusif, Kapolres Sigi Apresiasi Sinergi Semua Pihak di MTQ XXXI Sulteng
Berita ini 19 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 24 September 2026 - 12:45 WITA

Proyek Pengendali Banjir Watutela dan Paneki Rampung 100 Persen, Warga Sigi dan Palu Lega

Kamis, 24 September 2026 - 01:40 WITA

BWS Sulawesi Tengah Disorot: Proyek Pengendali Banjir Multi-Miliar Dipertanyakan, Kepala Balai Pilih Lempar ke PPK

Rabu, 2 September 2026 - 02:31 WITA

Jembatan Kalukubula–Tinggede Rampung, Terungkap Alasan Pekerjaan Memakan Waktu Panjang

Kamis, 25 Juni 2026 - 13:40 WITA

Sinergi Penanganan Bencana Sigi, Wagub Sulteng Resmikan Huntara dan Kapolres Tegaskan Pengawalan Bantuan

Rabu, 17 Juni 2026 - 13:36 WITA

Dampingi Kapolda dan Kepala BNPB, Kapolres Sigi Pastikan Penanganan Pascagempa Nokilalaki Optimal

Berita Terbaru