Progres Melaju, Rekonstruksi Jalan Pangkalaseang–Balantak–Sobol Tembus 9,30 Persen, Lampaui Target

- Penulis

Sabtu, 26 September 2026 - 03:20 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JEJAK FAKTA BANGGAI, SULTENG — Rekonstruksi ruas jalan Pangkalaseang–Balantak–Sobol di Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah, mulai menunjukkan percepatan signifikan.

Hingga September 2026, realisasi fisik proyek yang menjadi bagian dari program Berani Lancar telah mencapai 9,30 persen. Angka tersebut jauh melampaui target progres yang ditetapkan sebesar 2,35 persen.

Dengan demikian, terdapat deviasi positif sebesar 6,95 persen. Capaian ini menunjukkan bahwa pelaksanaan pekerjaan di lapangan berjalan lebih cepat dibandingkan rencana progres yang telah ditetapkan dalam periode tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Proyek ini menjadi salah satu bagian penting dalam upaya memperkuat konektivitas infrastruktur jalan di wilayah Kabupaten Banggai, khususnya koridor yang menghubungkan kawasan Pangkalaseang, Balantak hingga Sobol.

Progres Lampaui Target Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Rekonstruksi Jalan Pangkalaseang–Balantak–Sobol, Rusly S. Bahay, S.T., menjelaskan bahwa kontrak pekerjaan dimulai pada 25 Mei 2026.

Menurutnya, hasil monitoring performa pekerjaan pada September menunjukkan adanya percepatan dibandingkan target awal.

“Berdasarkan monitoring performa pada bulan September 2026 ini, rencana fisik yang ditargetkan sebenarnya hanya 2,35 persen. Namun, realisasi fisik di lapangan berhasil melesat hingga 9,30 persen. Artinya, kami mencatatkan deviasi positif sebesar 6,95 persen,” tulis Rusly kepada media ini, Jumat (25/9/2026). Proyek tersebut memiliki panjang penanganan sekitar 9 kilometer dengan nilai kontrak mencapai Rp34,6 miliar.

Pekerjaan dilaksanakan oleh PT Ariescont, menggunakan sumber pendanaan dari APBD Provinsi Sulawesi Tengah, dengan masa pelaksanaan selama 600 hari kalender. Tiga Segmen Menjadi Sasaran Rekonstruksi

Penanganan ruas jalan tersebut dibagi ke dalam tiga segmen, yang tersebar pada jalur Pangkalaseang–Balantak dan Balantak–Sobol.

Segmen pertama berada pada ruas Pangkalaseang–Balantak, melintasi wilayah Desa Batu Mandi dan Desa Ondoliang, Kecamatan Balantak Utara.

Selanjutnya, segmen kedua dan ketiga berada pada ruas Balantak–Sobol. Penanganannya mencakup akses menuju Desa Bollo dan Desa Binotik, kemudian berlanjut hingga Desa Sobol dan Desa Pondan, Kecamatan Mantoh.

Berbagai pekerjaan konstruksi dilakukan untuk memperkuat struktur dan meningkatkan kualitas jalan. Pekerjaan tersebut antara lain meliputi galian biasa, pemasangan mortar, urugan pilihan (urpil), Lapis Pondasi Atas (LPA), serta perkerasan Asphalt Concrete Wearing Course (AC-WC). Pada titik-titik tertentu, konstruksi juga diperkuat dengan pekerjaan deker dan rabat beton.

Rangkaian pekerjaan tersebut diarahkan untuk meningkatkan kemantapan jalan sehingga ruas yang selama ini menjadi jalur mobilitas masyarakat dapat memberikan tingkat pelayanan yang lebih baik. Bukan Sekadar Jalan, Tapi Jalur Penggerak Ekonomi

Bagi masyarakat yang tinggal di sepanjang koridor Pangkalaseang–Balantak–Sobol, pembangunan jalan memiliki arti lebih luas daripada sekadar peningkatan infrastruktur.

Jalan yang mantap menjadi salah satu faktor penting dalam menunjang mobilitas masyarakat, distribusi barang, pelayanan publik hingga aktivitas ekonomi.

Program Berani Lancar diharapkan dapat memberikan dampak nyata terhadap masyarakat dengan semakin terbukanya akses antarwilayah.

“Berani Lancar, jalan lancar, ekonomi rakyat ikut mengalir,” menjadi gambaran manfaat yang diharapkan masyarakat dari pembangunan ruas tersebut. Salah seorang warga, Nelson, menyampaikan apresiasinya terhadap pembangunan melalui program Berani Lancar.

“Kami sangat bersyukur ada program Berani Lancar oleh Bapak Gubernur Sulawesi Tengah,” ujar Nelson kepada media ini, Kamis (23/9/2026). Buka Akses Wilayah dan Perkuat Distribusi Hasil Perkebunan

Ruas Pangkalaseang–Balantak–Sobol memiliki peran penting karena menjadi salah satu jalur penghubung wilayah Balantak Utara dan Mantoh, khususnya di kawasan Kepala Burung Kabupaten Banggai.

Peningkatan kualitas jalan diharapkan dapat memperkuat konektivitas antarkecamatan dan mempermudah mobilitas masyarakat dari desa-desa yang berada di sepanjang jalur tersebut. Manfaatnya juga berkaitan langsung dengan aktivitas ekonomi masyarakat.

Sejumlah warga di kawasan tersebut menggantungkan penghasilan dari sektor pertanian dan perkebunan, sehingga ketersediaan jalan yang memadai menjadi bagian penting dalam proses pengangkutan hasil produksi menuju pusat perdagangan. Komoditas seperti kelapa dan cengkih merupakan bagian dari aktivitas perkebunan masyarakat di kawasan tersebut.

Dengan semakin baiknya kondisi jalan, distribusi hasil perkebunan diharapkan dapat berlangsung lebih lancar. Waktu tempuh dapat menjadi lebih efisien, biaya angkutan berpotensi lebih terkendali, dan akses masyarakat menuju pusat perdagangan maupun pelayanan publik semakin terbuka. Progres 9,30 Persen Jadi Modal Menjaga Percepatan

Capaian realisasi fisik 9,30 persen, ketika target periode yang sama berada di angka 2,35 persen, menjadi catatan penting dalam pelaksanaan proyek tersebut.

Deviasi positif 6,95 persen menunjukkan adanya percepatan pekerjaan pada periode monitoring September 2026.

Namun, tantangan berikutnya adalah bagaimana menjaga ritme pelaksanaan tersebut agar progres tetap terkendali hingga tahapan pekerjaan berikutnya, sekaligus memastikan kualitas konstruksi sesuai dengan spesifikasi yang telah ditetapkan.

Dengan panjang penanganan sekitar 9 kilometer dan masa pelaksanaan 600 hari kalender, konsistensi progres menjadi bagian penting untuk memastikan pembangunan dapat berjalan sesuai jadwal dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.

Pada akhirnya, keberhasilan pembangunan ruas Pangkalaseang–Balantak–Sobol tidak hanya diukur dari seberapa cepat pekerjaan fisik diselesaikan.

Lebih dari itu, jalan yang dibangun diharapkan mampu memperkuat konektivitas, memperlancar mobilitas warga, membuka akses antarkawasan, serta mendukung pergerakan ekonomi masyarakat Banggai.

Jalan semakin mantap, akses semakin terbuka. Ketika konektivitas bergerak, harapan terhadap tumbuhnya aktivitas ekonomi masyarakat pun ikut terbuka.(Redaksi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel jejakfakta.online untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 26 September 2026 - 03:20 WITA

Progres Melaju, Rekonstruksi Jalan Pangkalaseang–Balantak–Sobol Tembus 9,30 Persen, Lampaui Target

Berita Terbaru